Lontarak Pabbura: Kearifan Lokal Medis Manusia Bugis

Lontarak Pabbura: Local Wisdom of Buginese Medical

Authors

  • Irwan Abbas Universitas Khairun Ternate, Indonesia
  • Hasmawati Hasmawati Universitas Khairun Ternate, Indonesia
  • Roy Nurfan Universitas Khairun Ternate, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26499/kc.v21i2.483

Keywords:

local wisdom, lontarak pabbura, Buginese people, medical

Abstract

The study intends to describe the native medical knowledge of the Buginese people, which has started to be forgotten by certain Buginese due to the influence of modernization. Local wisdom is the wealth of knowledge possessed by the ancestors of this nation because it has advantages and is still very relevant today. The method used in this study is descriptive in the form of qualitative research. This study uses the type of literature study research. According to the results of this study, Buginese had a thorough understanding of human medicine in lontarak pabbura. A theory is thoroughly and in-depth described in the lontarak concerning how an illness first manifests in a patient. This knowledge of traditional medicine, the local wisdom of the Buginese people, should continue to be maintained and preserved because it has extraordinary benefits for humanity and remains relevant to current conditions.

References

Adimihardja, Kusnaka. (2008). Dinamika Budaya Lokal Manusia-Tanah- Kearifan Lokal. Bandung: CV. Indra Prahasta bersama Pusat Kajian LBPB

Amin, Asni. (2012). Skrining Farmakognisi Tanaman Etnofarmasi Asal Kabupaten Bulukumba yang Berpotensi Sebagai Antikanker, dalam Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry (J. Trop. Pharm. Chem). Vol 1. No. 4

Daulay, Zainul. (2011). Pengetahuan Tradisonal, Konsep, Dasar Hukum, dan Praktiknya, Jakarta: RajaGrafindo Persada

Faisal. (2015). Sistem Pengetahuan Lokal Orang Muna dalam Pengobatan Penyakit, dalam Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora, Pangadereng Vol.1 No.1 Juni

Gani, Ambo. (1987). Usaha Pelestarian dan Pengolahan Naskah Lama. Bingkisan Budaya Sulawesi Selatan, No. II. Ujung Pandang: Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan

Gufron, Ali. (2015). Pengetahuan Lokal Masyarakat Nelayan Desa Gebang Mekar dalam Patanjala, Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya Vol. 7 No. 2 Juni

Hafid, Yunus, dkk. (1992). Pengobatan Tradisional di Daerah Sulawesi Selatan, Ujung Pandang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Proyek Penelitian Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Sulawesi Selatan

Hamid, Abu, Ambo Gani, Mulyati Tahir, Mappasere. (1986). Lontarakk Pabbura (Suatu Kajian tentang Medis Orang Bugis) Ujung Pandang: Penerbit: Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sulawesi Selatan La Galigo

Hamid, Abu. (2008). Pengobatan Tradisional Berbasis Lontarakk di Sulawesi Selatan. Makassar: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan

Hamid, Pananrangi dan Kartikasari, Tatiek. (1992). Lontarka Ampannassai. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara

Heryana, Agus, Muhsin Z, Mumuh (Ed.). (2012). Pengkajian Naskah Kuna Bergelut dengan Aksara dan Bahasa Daerah, Bunga Rampai Pelestarian Budaya dan Sejarah Lokal. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional

Ilyas, Husnul Fahimah. (2016). Ramuan Tradisional dalam Budaya Masyarakat Bugis, dalam Jurnal Sejarah dan Budaya Walasuju Vol. 7 No. 1 Juni

Intani, Ria. (2015). Pengobatan Tradisional di Kalangan Anak-Anak (Studi Kasus di Kecamatan Soreang), dalam Patanjala, Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya Vol. 7 No. 3 September

Kristiyanto, Jefri, dkk. (2020). Budaya Pengobatan Etnomedisin di Desa Porolea Kecamatan Pipikoro Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah, dalam Jurnal Holistik Vol. 13 No. 1. Januari-Maret

Kusumah, Dloyana. (2017). Pengobatan Tradisional Orang Bugis- Makassar, dalam Patanjala, Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya Vol. 9 No. 2 Juni

Mattiro, Syahlan. (2015). Eksplorasi Pengetahuan Lokal Etmodisin dan Tumbuhan Obat (Studi pada Masyarakat Dayak Halong di Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan), dalam Ersis Warmansyah Abbas, 2015. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Berbasis Kearifan Lokal. Bandung: Wahana Jaya Abadi kerjasama Program Studi IPS Jurusan Pendidikan IPS Universitas Lambung Mangkurat

Nasoichah, Churmatin. (2010). Ramuan Tradisional (Herbal) Bentuk Kearifan Lokal dalam Bidang Kesehatan, dalam Seri Warisan Budaya Sumatera Bagian Utara No. 0510, Kearifan Lokal dalam Arkeologi. Medan: Balai Arkeologi

Permana, R. Cecep Eka. (2010). Kearifan Lokal Masyarakat Baduy dalam Mitigasi Bencana, Jakarta: Wedatama Widya Sastra

Qaffah, Rosa Maulidia. (2022). Karakteristik Sosial Budaya Kesehatan Masyarakat Suku Bugis Bone, Makassar: Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin. https://osf.io/aw9q4

Rahyono, FX. (2009). Kearifan Budaya dalam Kata. Jakarta: Wedatama Widyasastra

Rasuly, Muhammad Nur (Ed.). (1984). Monografi Kebudayaan Bugis di Sulawesi Selatan. Ujung Pandang: Pemerintah Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan

Rosidi, Ajip. (2011). Kearifan Lokal dalam Perspektif Budaya Sunda. Bandung: Kiblat Buku Utama

Ruslan. (2020). Konsepsi Lontarakk Pabbura dan Tib Al-Nabawiy: Kontinuitas dan Diskontuinitas Tradisi Pengobatan pada Masyarakat Bone, dalam Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Volume 5, Nomor 1, Juni. http://journal.iaimnumetrolampung. ac.id/index.php/jf

Said, Mashadi. (2016). Jati Diri Manusia Bugis. Jakarta: Pro de Leader

Saud, Anshar, dkk. (2021). Dari Lontarak Pabbura Ke Pharmaceutical Care. Refleksi Akademisi dan Alumni Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin dalam Penanganan Covid-19. Makassar: Unhas Press

Sibarani, Robert. (2012). Kearifan Lokal, Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan

Sikki, Muhammad. (1991). Nilai-Nilai Budaya dalam Susastra Daerah Sulawesi Selatan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Soedibyo. (1998). Alam Sumber Kesehatan Manfaat dan Kegunaan. Jakarta: Balai Pustaka

Sutanto, Jusuf. (2004). Kearifan Kuno di Zaman Modern Penemuan Manusia dalam Mencapai Kebenaran, Jakarta: Hikmah

Taek, Maximus Markus. (2020). Studi Etnomedisin Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Malaria Masyarakat Suku Tetun di Timor Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Surabaya: Disertasi Universitas Airlangga

Tasnim, Muhammad Rafif. (2022). Etnomedisin: Pengobatan Tradisional yang Masih Kurang. Buletin KPIN Konsersium Psikologi Ilmiah Nusantara Vol. 8 No. 1 Jan 2022. https://buletin.k- pin.org/index.php/arsip-artikel/949-etnomedisin-pengobatan- tradisional-yang-masih-kurang-dikenal

Widiningtyas, Theresia. (2022). Jamu dalam Manuskrip Nusantara. https://indonesiana.tv/ artikel/ manuskrip/jamu-dalam-manuskrip- nusantara-Jjf21

Wulandari, Tri. (2018). Eksplorasi Pengetahuan Lokal Etnomedisin dan Tumbuhan Obat di Desa Pagar Dalam, Pelita Jaya, Tanjung Raya dan Ulok Manek Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat. Lampung: Skripsi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Intan

Zed, Mestika. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Downloads

Published

2024-10-10

How to Cite

Abbas, I., Hasmawati, H., & Nurfan, R. (2024). Lontarak Pabbura: Kearifan Lokal Medis Manusia Bugis: Lontarak Pabbura: Local Wisdom of Buginese Medical. Kibas Cenderawasih, 21(2), 133-152. https://doi.org/10.26499/kc.v21i2.483